AMPUH DAN AMAN MENGGUGURKAN KANDUNGAN

KEHAMILAN DI LUAR KANDUNGAN (EKTOPIK)

KEHAMILAN DI LUAR KANDUNGAN (EKTOPIK)

Nyeri di perut bagian bawah merupakan tanda awal kehamilan. Nyeri ini terjadi pada salah satu sisi perut atau daerah panggul. Intensitas nyeri dapat bervariasi tetapi selalu hadir dalam kasus kehamilan ektopik. Terjadi Pendarahan di Vagina Perdarahan Vagina merupakan gejala awal kehamilan ectopic ini. Biasanya berwarna coklat, dapat berkisar dari ringan sampai bercak pendarahan hebat. Bahu dan Leher sakit Bahu dan sakit leher juga merupakan tanda-tanda indikasi kehamilan ektopik. Bila nyeri bahu hadir bersama dengan gejala lain dari kehamilan ektopik harus segera diwaspadai. Pecahnya tuba fallopi menyebabkan iritasi pada saraf sehingga menyebabkan sakit acak di bahu dan leher. Sebuah kehamilan ektopik yang pecah adalah suatu kondisi serius dan bisa berakibat fatal juga.

Pusing Pusing dan kelemahan adalah gejala lain dari kehamilan. Pada kehamilan ektopik, mereka terutama disebabkan karena kehilangan darah dan karena itu harus diberi perhatian segera. Tekanan darah rendah Tekanan darah rendah sebagian besar dilaporkan oleh perempuan dengan kehamilan ektopik. Tekanan darah rendah terutama disebabkan oleh perdarahan internal yang diikuti dengan pecahnya telur. Peningkatan hCG Rendah HCG adalah hormon kehamilan yang diproduksi pada tahap awal kehamilan. Dalam kehamilan normal tingkat hCG meningkat dengan pesat yakni 2 kali jumlahnya dalam setiap 2 sampai 3 hari. Sebaliknya , kenaikan tingkat hCG pada lambat pada kehamilan ektopik. Jika tidak terdeteksi dan diobati pada tahap awal tanda-tanda kehamilan ektopik dapat memburuk seiring berjalannya waktu. Namun, pengobatan medis yang segera dapat mencegah tuba falopi dari pecah dan meminimalkan kemungkinan komplikasi. Jakarta, Dari berbagai gangguan saat hamil, salah satu yang cukup berisiko adalah kehamilan di luar kandungan atau disebut juga ectopic pregnancy. Hamil salah tempat ini berisiko menyebabkan kematian ibu maupun bayi yang dikandungnya. Pakar kandungan dan kebidanan mendefinisikan kehamilan di luar kandungan sebagai kehamilan yang berada di luar rahim. Normalnya, janin menempel di dinding endometrium yang terletak di rongga rahim. Namun pada kehamilan di luar kandungan, janin tumbuh di saluran telur. Kehamilan yang tidak normal ini berisiko membuat saluran telur pecah karena terdesak oleh pertumbuhan janin. Bila hal itu terjadi, akibatnya bisa sangat fatal. “Akibatnya saluran telur bisa pecah karena saluran telur itu kecil, sementara ada bayi yang ukurannya besar,” kata dr Ovi demikian ia kerap disapa, dalam perbincangan dengan detikHealth seperti ditulis pada Rabu (16/10/2013). Pecahnya saluran telur bisa menyebabkan sang ibu merasa sangat kesakitan dan kadang-kadang langsung pingsan. Bila tidak tertangani, risiko terburuknya adalah perdarahan. Untuk mencegahnya, biasanya kehamilan dihentikan dengan obat atau operasi. “Risiko hamil di luar kandungan, kalau tidak ibunya yang meninggal ya bayinya yang meninggal,” Biasanya, kehamilan di luar kandungan bisa terdeteksi dalam pemeriksaan USG (Ultrasonografi). Bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kelainan tersebut, maka janin akan diangkat agar tidak membahayakan ibu yang mengandungnya. Tidak diketahui pasti penyebab hamil di luar kandungan. Namun dokter kandungan mengatakan ada beberapa gejala yang bisa dikenali selain dari hasil pemeriksaan USG. “Gejalanya syok atau nyeri yang sangat hebat di perut bawah disertai tanda kehamilan positif,” Infeksi pada pelvis adalah faktor risiko lainnya untuk kehamilan diluar kandungan. Infeksi-infeksi pelvis biasanya disebabkan oleh organisme-organisme yang ditularkan secara seksual, seperti chlamydia atau gonorrhea. Bagaimanapun, bakteri-bakteri yang tidak ditularkan secara seksual dapat juga menyebabkan infeksi pelvis dan meningkatkan risiko kehamilan diluar kandungan. Infeksi menyebabkan kehamilan diluar kandungan dengan merusak atau menghalangi tabung-tabung Fallopian. Normalnya, lapisan dalam dari tabung-tabung dilapisi dengan penonjolan-penonjolan seperti rambut yang kecil yang disebut cilia. Cilia ini adalah penting untuk mengangkut telur dengan lembut dari ovary (indung telur) melalui tabung Fallopian dan kedalam uterus (kandungan). Jika cilia ini rusak oleh infeksi, pengangkutan telur menjadi terganggu. Telur yang telah dibuahi dapat menempati dalam tabung Fallopian tanpa mencapai uterus, jadi menjadi kehamilan diluar kandungan. Demikian juga, luka parut (goresan) yang berhubungan dengan infeksi dan halangan yang sebagian dari tabung-tabung Fallopian dapat juga mencegah telur mencapai kandungan (uterus).

OBAT ABORSI CYTOTEC Frontier Theme